Tuesday, December 18, 2012

Mocca's

from "I Remember" i tried to find more Mocca's songs lyric and this... one of them that i like to understand the meaning of thing song :))

WHAT IF~


What if I give you my smile?
Are you gonna stay for a while?
What if I put you in my dreams tonight?
Are you gonna stay until it’s bright?
What if I give you my story?
Are you gonna listen to me?
What if I give you my heart?
Are we never gonna be apart?
Come on baby try harder
Come on baby light my fire
Come on baby be mine
‘Cause you’re the one I wanted to be
What if I do ignore you
Will you just walk away and cry?
What if I did disappoint you?
Are you gonna say goodbye?
Come on baby try harder
Come on baby light my fire
Come on baby be mine
‘Cause you’re the one I wanted to be
What if I try to catch flying snitch?
Are you gonna come with me?
What if I give you my song?
Are we gonna sing along?
Come on baby try harder
Come on baby light my fire
Come on baby be mine
‘Cause you’re the one I wanted to be
What if you leave me right here?
I’m right here and waiting for you?

Saturday, March 17, 2012

Kanata Hongo

google.com

Kanata Hongo (本郷 奏多, Hongo Kanata), is a young Japanese actor who was born on November 15, 1990. He has appeared in several movies, including Moon Child, which also starred Gackt, Hyde and Wang Lee Hom. Kanata played the role of "Sho" as a child, while the adult role was played by Gackt. He appeared in a movie called Hinokio which was released on July 2005 in Japan. He is also the young boy in the singer YUI's music video for her song Tomorrow's way.

He was cast as the popular anime character, Ryoma Echizen, in the live-action adaptation The Prince of Tennis film, released on May 13, 2006 in Japan.

Kanata Hongo also portrayed Shinichi "Shin" Okazaki in the movie NANA 2, which was released in Japan on December 9, 2006.

Profile

* Name: Kanata Hongo
* D.O.B: 15 November 1990
* Birthplace: Sendai, Miyagi Prefecture
* Height: Approx. 162 cm (5'3")
* Weight: ?
* Profession: Actor
* Hobbies/Specialties: Baseball, Tennis,
* Horoscope: Scorpion
* Others: He likes dogs
* Talent agency: Stardust

TV Series

* Himitsu no Hanazono (Fuji TV, 2007)
* Kiraware Matsuko no Issho (TBS, 2006)
* Aikurushii (2005)

Movies

* Silk (2007)
* NANA 2 (2006) as Shinichi Okazaki
* The Prince of Tennis (2006) as Ryoma Echizen
* Daiteiden no Yoru ni (2005)
* Hinokio (2005)
* Moon Child (2003)
* Returner (2002)

source : http://www.celebrityring.info/Kanata_Hongo.html

Skandar Keynes


google.com
Date of Birth
5 September 1991London, England, UK 


Birth Name
Alexander Amin Casper Keynes 


Height
5' 8" (1.73 m) 


Mini Biography
Skandar Amin Casper Keynes (born 5 September 1991) is an English actor best known for starring as Edmund Pevensie in the 2005 film adaptation of The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe. He will return in the role of Edmund in the film's sequel The Chronicles of Narnia: Prince Caspian, which is currently scheduled for release in the summer of 2008.

Keynes was born in London to writer Randal Keynes and Zelfa Cecil Hourani and has a sister called Soumaya. Through his father, Keynes is the great-great-great grandson of the famous scientist Charles Darwin. His great grandfather Edgar Douglas Adrian, 1st Baron Adrian won the Nobel Prize in Physiology or Medicine in 1932.


His maternal grandfather, Cecil Fadlo Hourani, is a famous writer of Lebanese descent, and the brother of Albert Hourani, also a well-known writer and professor. Keynes attended the Anna Scher Theatre School from 2000 to 2005 and currently attends the all-boys City of London School.

Monday, November 14, 2011

Little About Ciung Wanara or Situ Karangkamulyan

Ciung Wanara atau Situ Karangkamulyan adalah obyek wisata yang sekaligus bisa menjadi obyek pembelajaran khususnya pelajaran nilai-nilai sejarah bagi para siswa maupun mahasiswa bahkan kalangan umum. Obyek ini merupakan sebuah situs purbakala bersejarah dan situs arkeologi yang terdapat di Desa Karangkamulyan, Cijeungjing, Ciamis, Jawa Barat.
            Obyek wisata yang satu ini, sangatlah berkesan bagi kami, siswa SMA Negeri 1 Cilacap yang sedang melaksanakan study lapangan. Ketika kami baru saja memasuki obyek tersebut, puluhan bahkan ratusan monyet menyambut dengan suara yang khas dan tingkah laku yang menggelikan namun bisa menimbulkan ketakutan para siswa khususnya anak perempuan.
            Menurut bapak penjaga Situ Karangkamulyan, monyet-monyet tersebut dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:
a.      Kelompok monyet depan.
b.      Kelompok monyet tengah; dan
c.       Kelompok monyet belakang.
Itu semua dibagi berdasarkan letak di mana monyet itu berada, misal di depan setelah pintu masuk, di sepanjang perjalanan, atau di akhir perjalanan mengelilingi Situ Karangkamulyan. Beliau juga menuturkan, monyet tersebut berjenis yang sama dan ada satu lagi alasan mengapa monyet-monyet tersebut dikelompokan. Semua dikarenakan jika mereka bersatu, maka mereka akan saling bertengkar. Dan satu pengetahuan yang kami dapat, ‘lutung’ disebut juga dengan monyet hitam.
            Setelah kami berjalan melewati monyet dan berusaha menyembunyikan makanan yang kami bawa agar tidak dirampas si monyet, kami menuju tempat sejarah di obyek tersebut. Udara di sana sangatlah sejuk, namun meskipun rimbun dengan pepohonan, nampaknya tidak membuat kami merasa sejuk. Sekujur tubuh kami tetap berkeringat, padahal jaket yang kita kenakan sudah dilepas. Mungkin ini semua akibat banyaknya orang di sana dan mm... atau mungkin akibat dari pemanasan global ya? Tapi, itu tak membuat semangat kami luntur begitu saja.
            Kami meneruskan perjalanan, dan tak begitu lama kami berjalan, sampailah di tempat bersejarah pertama yaitu ‘Pancalikan’ atau biasa disebut dengan singgasana. Pancalikan merupakan batu bertingkat berbentuk segi empat yang digunakan untuk tempat pemujaan. Di sana ada pemandu yang bersedia menjelaskan kronologi tempat ini, sayangnya karena kami sudah tertinggal jauh, kami hanya mendapat sedikit rekaman langsung dari kakak pemandu itu. Dan susahnya lagi, untuk dapat merekam apa yang dibicarakan oleh kakak pemandu harus rela berdesakan dengan yang lain dan harus rela berdiri ditemani sinar matahari yang cukup membuat badan semakin berkeringat. Itu bukan masalah, yang penting kami bisa mendapat informasi meskipun hanya sedikit.
            Lepas dari pancalikan, kami meneruskan perjalanan kami berikutnya. Karena jaraknya lumayan jauh, kami menyempatkan diri untuk mencatat tanaman apa saja yang ada di sana untuk tugas mapel biologi. Kami juga sempat bertanya langsung dengan bapak penjaga Situ Karangkamulyan.
            Dari pancalikan, kami jalan terus dan belok ke kiri. Akhirnya, kami sampai di lokasi selanjutnya yaitu ‘Sahyang Bedil’. Sahyang bedil merupakan tempat penyimpanan senjata. Pintu sahyang bedil menghadap ke utara dan di depan pintu masuk terdapat struktur batu yang berfungsi sebagai sekat. Di dalam sahyang bedil terdapat dua menhir yang memperlihatkan tradisi megalitik.
            Tak jauh dari situ, tepatnya di sebelah persis sahyang bedil terdapat tempat ‘Penyabungan Ayam’ yang kira-kira hanya berjarak 5 meter saja. Penyabungan ayam merupakan sebuah ruangan terbuka yang letaknya lebih rendah dari sahyang bedil. Masyarakat sekitar berpendapat tempat ini untuk penyabungan ayam Ciung Wanara dan ayam raja. Si sekitar tempat penyabungan di kelilingi pohon yang besar dan tempatnya sangat teduh tak kalah dengan tempat-tempat sebelumnya.
            Setelah di rasa cukup untuk melihat-lihat, kami naik ke atas kembali untuk meneruskan perjalanan. Dari tempat penyabungan ayam kami berjalan lurus dan berbelok ke kanan. Ada obyek yang membuat kami tertarik dan menarik kami untuk berhenti sebentar sekedar untuk berfoto. Sebuah pohon tua yang sangat besar. Tinggi dan diameternya cukup untuk membuat satu rumah mungil. Tak banyak daun di sana namun sangat membuat kami semua terkagum-kagum. Bentuk dari pohonnya unik dan jarang ditemui di Cilacap. Nama pohon itu adalah binung. Kami berfoto layaknya artis yang sedang menjalanin masa pemotratan. Yah, menjadi artis sekejap tidak dilarang kan?
            Puas kami berfoto dengan pohon yang cantik itu, kami berjalan lurus terus dan jaraknya sangat jauh dari tempat sebelumnya. Kami juga harus mendaki sisi tangga yang masih dalam masa pembangunan. Itu sangat licin dan becek akibat turun hujan. Pendakian itu menuntut kami agar terus waspada dan hati-hati, sebab jika kita lengah bisa jadi terpelesat bahkan terjatuh di jurang kecil di bawahnya. Kami juga harus merelakan sepatu kami kotor, padalah kami sudah berhati-hati supaya tetap bersih agar di Asia Plaza nanti penampilan kami tetap oke.
            Di tengah perjalanan, kami dikejutkan dengan penemuan seekor kaki seribu yang ukurannya besar di bawah pohon. Tentu itu sebuah obyek pemotretan yang bagus.
            Sampailah kami di lokasi selanjutnya, ‘Lambang Peribadatan’. Ini merupakan sebagian dari kemuncak, masyarakat sekitar menyebutnya sebagai stupa. Oh iya, untuk mencapai tempat ini, butuh tenaga yang kuat loh. Sebab, jika kami tidak memiliki stamina yang baik, bisa-bisa ambruk di tengah jalan.
            Bersabarlah sebentar, karena kami akan mencapai puncak dari tempat bersejarah dari Situ Karangkamulyan ini. Dan sampailah di lokasi terakhir ‘Pamangkonan’. Setelah sampai di sana, kami duduk sebentar di kursi kaya yang tersedia. Teman, jika kalian akan makan atau minum, hati-hati ya. Puluhan monyet siap menyerang makanan yang kita bawa, gerak-geriknya lincah sekali loh. Sebagian dari teman satu kelompok masih tertinggal di belakang dan sebagai tim yang kompak, kami harus menunggu anggota lainnya. Banyak teman-teman kita yang sedang asyik berfoto di sana. Kami? Sudah cukup lelah untuk narsis. Hehe.
            Dan sampai di sini cerita kami di lokasi Situ Kamulyan/Ciung Wanara. Pengalaman yang indah semenjak kami bersekolah di SMA Negeri 1 Cilacap.


Sumber : Kelompok Study Lapangan X-A ; Dewi A, Dinar P, F RLina F, Fisca A, MP Regina,      Rosmawati, Vertika A
Penyusun : F RLina F (bidang mapel B. Indonesia)

Trip to "Kampung Naga"

Tanggal 29 Oktober 2011, tepatnya seminggu setelah UTS I dan sebelum remidian u,u
SMA Negeri 1 Cilacap, khususnya angkatan 52 *applause* melaksanakan study lapangan ke Kampung Naga. Sebelum kami sampai di kampung naga, aku dan rombongan mampir ke lokasi ciung wanara. Ah, di sana nggak ada kejadian seru tapi udah ada post tentang ciung wanara kok dia atas tuh! :)
Di kampung naga, kita langsung turun (ada juga yang solat dulu sih) kurang lebih menginjak 450 anak tangga. Kakiku aja sampai gempor permisah! *lebay mode on*
Dan kejutan satu lagi dari saya yang nggak mungkin terlupa sepanjang sejarah hidup sayah...
Ooooooo......
Pas lagi "kagum" baru sampai di sana, naluri modelku yang nggak terarah langsung muncul. Yak, aku mau foto pake background sawah yang hijaaauuuuu banget bikin mata seger dan fresh banget (apa bedanya???)
Ajaibnya, waktu aku mundur-mundur..
EH!!!! kakiku keperosok permisah! sekali lagi deh "KEPEROSOK" di sawah. LUMPUR, KOTOR, dan MENGASYIKAN *loh???*
Ini dia foto sepatu saya pra-KEPEROSOK
                                   

                                     

Aku tau, kalian semua pasti sedih banget kan liat kejadianku ini #plak GR banget sih loh??
hahaha, tapi aku punya solusinya, aku turun ke sungai itu juga saran dari Pak Slamet, guru sosiologi sekaligus pembina. wooww... airnya permisah. dingin banget lah, enak banget kayanya kalo buat mandi *eh
dan habis dari sungai aja masih kurang lah. Kotor banget gila loh!
Foto di sungai ini loooh

Setelah makan siang sambil menanggung malu, (udah makan lesehan dikasih tiker, waspada sama ayam, dekil pula sepatunya) pas mau solat ada inisiatif buat beli sandal baru deh. (",)
Insert picture of my new sandal 10rb di kampung naga

Nah, itu dia kisahnya. Maaf aja ya kalo kalian nggak maksud permisah, fotonya kurang banyak di upload tapi liat aja deh di FB-ku. #uhuk
Eh satu lagi, pas pulang kita harus naik 450 anak tangga itu lagi loh karena lokasi kampung naga di lereng pegunungan apa pebukitan yah? aku nggak tau permisah. hehe,




Fatiha Rahmalina Fitri, X-A SMA Negeri 1 Cilacap

Sunday, November 13, 2011

Dia yang Kusayang Tuhan

Tuhan, begitu indah kau ciptakan sepasang matanya
Begitu hebat kau ciptakan auranya
Begitu luar biasa kau kembangkan senyumnya
Dunia bagai surga dengan kehadirannya

Tuhan, aku tahu...
Kau ciptakan dia bukan untukku
Tapi aku mohon Tuhan
Biarkan dia hidup di dekatku

Tuhan, aku menyayanginya
Meskipun dia tak menyayangiku
Tapi aku mohon Tuhan
Biarkan dia menerimaku sebagai sahabatnya

Di balik dinding yang terbentang tinggi
Aku dibaliknya, mengintip wajah tampannya
Mengagumi dalam hati
Tanpa ada yang menyadari

Aku tak menginginkan dirinya
Meskipun ada sepercik harapan di hatiku
Untuk memiliki hatinya
Tapi aku  tak sebanding dengan dirinya Tuhan

Tuhan, aku mohon sekali lagi
Bahagiakanlah dia
Beri dia yang  terbaik
Walaupun dia tak akan bersanding denganku

Saturday, March 5, 2011

Morgan Oey

google.com

Nama Lengkap: Handi Morgan Winata
Nama Panggilan: Morgan
Nama Beken: Morgan Oey
TTL : Singkawang, (Kalimantan Barat), 25 Mei 1990
Zodiak : Gemini
Penyanyi Favorit : Justin Timberlake, Rihanna, Christina Aguilera
Studi : Information&Technology, Universitas Bina Nusantara, Jakarta
Lagu Favorit : Breathless, Shayne Ward
Jajanan favorit : French Fries
Impian sukses : Membawa keluarga jalan-jalan keliling dunia
Pertama kali on stage : Indonesian Idol Audition
Artis favorit : Sandra Dewi
Tidak disukai : Dikekang dan dibohongi

source : http://adesepele.wordpress.com/2011/01/08/profile-morgan-oey-smsh-full/